Aku selama ini memang sering skeptis dengan Gusdur, karena aku tidak (berusaha) mengenalinya dengan detail dan seksama. Tapi sikap skeptis itu adalah sikap Abstain, yang tidak membela dan tidak menjelek-jelekkan.
Dan kini, di hari ketika ia berpulang, aku mulai menghayati jika Gusdur memang tokoh besar. Kecendikiawanan dan keluasan hirizonnya, kegigihannya dalam membangun budaya kritik yang merupakan pilar utama demokrasi, personalitasnya yang bak lembaga yang telah menggerakkan demokrasi Indonesia hingga Indonesia menjadi negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, kegigihannya dalam membangun pola hubungan egaliterianisme dan toleransi, teguhnya karakternya, keberaniannya dalam mengambil risiko. Semua itu, semua itu menghantarkan aku pada kesimpulan bahwa Gusdur adalah percontohan Politisi yang berhati negarawan, bukan Politisi yang berhati politis; Gusdur adalah percontohan cendikiawan yang berjuang dengan nurani, bukan dengan ambisi.
Ya Allah... Entah kapan tokoh sekaliber Gusdur akan lahir kembali di bumi nusantara ini...
Wednesday, December 30, 2009
Kami Menangisi Kepergianmu, Gusdur... ::
Tuesday, December 29, 2009
Birthday (Academic/Intellectual) Tribute ::
(Dear all great people/communities/institutions behind my Academic and Intellectual development, permit me to honorably tag you all in this Tribute Note to describe how much your valuable roles mean to me... And since this Note is too long and might disturb your time, you can just read the preface, which I wrote in both English and Indonesian, then simply search your name to read how I describe your valuable roles here... Merciii...^^)
Through this sacred 23rd birthday moment, I would like to sincerely convey my huge gratitude and deep appreciation to all great people and great communities/institutions who/those have vitally enlightened me and led me into this current phase of academic/intellectual journey. These great people and great communities/institutions have played a very vital and significant role in my both academic and intellectual development. These great people and great communities/institutions have significantly brought me up through tons of enlightenment they gave me…
I tend to prefer contemplating these two sectors of Academic and Intellectual, and featuring the valuable roles of the great people and great communities/institutions behind me, since I strongly believe that these two sectors has been a dominant and a core maker of my character, way of thinking, or even my whole life conditions; And since, I should also admit that these great people and great communities/institutions have kindly touched my deep consciousness and challenged my premature thoughts, making me realize that I still have a very long academic/intellectual journey to go…
[Di momen Ulang Tahunku yang ke-23 ini, aku ingin dengan tulus mengucapkan terima kasih tak terhinggaku kepada sosok-sosok dan komunitas-komunitas/lembaga-lembaga yang yang telah dengan vital mencerahkanku, dan menghantarkanku pada fase pengembaraan akademik/intelektual yang sekarang. Sosok-sosok dan komunitas-komunitas/lembaga-lembaga ini telah berperan besar di sektor vital akademik/intelektualku, yang bagiku merupakan KENDALI dan PEWARNA DOMINAN atas segala dinamika karakter, pola-pikir, dan bahkan kondisi kehidupanku seluruhnya. Mozaik-mozaik pencerahan dari sosok-sosok dan komunitas-komunitas/lembaga-lembaga inilah yang memang telah menempaku dengan sangat signifikan, yang kemudian harus kuakui telah menjelma menjadi fondasi dominan atas perwujudan sosokku yang sekarang… Ya, sosok-sosok dan komunitas-komunitas/lembaga-lembaga ini sungguh telah membuka kesadaranku bahwa pengembaraan akademik/intelektual ini masih sangat panjang, dan proses yang tengah kujalani ini memang masih sangat prematur.]
Terima kasihku kepada semua guru-guru “formal” tercintaku di TK Kota Batu, SDN 1 Kota Batu, SLTPN 2 Banding Agung, Pondok Pesantren Wali Songo, dan Universitas Al-Azhar Cairo, atas segala bekal ilmu yang berharga dan arti pentingnya pendidikan dan prestasi bagi pengembaraan akademik dan intelektualku. Dan juga kepada teman-teman baikku di setiap fase dan jenjang pendidikan formalku, yang telah mengajarkan arti pentingnya persahabatan dan kompetisi prestatif yang sehat.
Terima kasihku kepada (Mr) Zack + (Mr) Andy, penggagas dan perawat Ranau English College (REC) dan semua teman-teman pegiat REC yang telah menanamkan arti pentingnya kemampuan bahasa sebagai modal vital untuk menatap dunia dan merealisasikan mimpi dan cita-cita.
Terima kasihku kepada Pembina Pramuka SLTPN 2, (Pak) Sri Margono, semua pegiat dan pecinta Pramuka SLTPN 2 Banding Agung, Pembimbing SAKA Bhayangkara Polsek Banding Agung, (Bang) Robert, serta semua penggagas, pegiat dan pecinta SAKA Bhayangkara Banding Agung, atas segala aktivitas dan pendidikan ala Pramuka yang begitu menantang dan mendidikku. Sungguh, Pramuka adalah aktifitas ekstra-kurikuler yang telah menempaku dengan signifikan dan mewadahi kegelisahan dan idealismeku di saat aku bahkan belum mengerti hakikat dari kegelisahan dan idealisme itu sendiri. Pramuka memang telah menjadi wadah pembentukan karakterku di saat usia dan pemikirankuku masih sangat belia.
Terima kasihku kepada (Ust) Mohammad Zaki Suaidi, sosok pertama yang mengenalkanku dengan terma dan esensi idealisme. Sosok pertama yang meyakinkanku bahwa idealisme tidak 'haram' untuk terus dirawat dan diaspirasikan. Sosok pertama yang mengajariku bahwa kegelisahan memang layak diapresiasi dan sesekali perlu dirayakan serta diberi ruang khusus. Sosok pertama yang mengajariku untuk mengenal dan memberdayakan potensi-potensiku. Sosok pertama yang telah memupuk benih keberanianku untuk merealisasikan apa yang kusebut “mimpi”.
Terima kasihku kepada English Moslem Club (EMC) dan semua rekan-rekan tercinta yang bersama-sama telah meluangkan energi untuk menggagas dan merawatnya, Elvi Rahmi, Mifta Khoiriyah, Niswatun Afifah dan Reni Royatul Khalidah. Komunitas ini adalah wujud kegelisahan “pertama-tama”-ku. Di Komunitas ini aku mulai mengerti arti pentingnya berkecimpung di komunitas/lahan yang benar-benar berdasar pada minat dan kecendrunganku. Komunitas ini juga yang telah membantuku untuk membuka mataku terhadap realitas-realitas di luar Pesantren, dan mengenalkanku dengan orang-orang yang sangat inspiratif. Ya, aku memang menggila dengan komunitas ini, sampai hampir melupakan tuntutan peranku sebagai Miss Wali Songo hehe.
Terima kasihku kepada segenap rekan-rekan Bagian Kader, Penggerak Bahasa, Organisasi Santri Wali Songo (OSWAS), segenap kru CUTE Annual Magazine, dan beberapa Kepanitiaan yang sempat kupimpin di lingkungan OSWAS, terima kasih atas semua keteladanan, pelajaran-pelajaran berharga tentang arti pentingnya kreativitas, inovasi, karya, prestasi, pengabdian dan tanggung jawab, serta atas semua kritik membangunnya.
Terima kasihku kepada Adkhilni Mudkhala Sidqi, sesosok sahabat yang telah menjadi referensi pertamaku tentang bidang spesialisasi yang hingga sekarang terus kuperjuangkan. Ia telah banyak memberiku referensi-referensi penting tentang HI menjelang aku lulus dari Pesantren. Meski aku akhirnya tak berjodoh dengan HI UI, tapi ia tetap meyakinkan bahwa apa yang sekarang kutekuni sebagai disiplin ilmu di Al-Azhar tetaplah sesuatu yang beneficial, sejalur dan futuristic terhadap minat spesialisasi dan cita-cita karya masa depanku.
Terima kasihku kepada (Ka’) Nur Fuad Shofiyullah, (Ka’) Arif Reza, (Ka’) Maskhuri Muadz dan (Ust) Rio Erismen, sosok-sosok Senior Senatku yang telah banyak membantu proses adaptasiku dengan pernak-pernik Kampusku. Sosok-sosok yang telah banyak membimbingku untuk memahami substansi Diktat Kuliahku yang memang sangat meniscayakan adaptasi ekstra. Sosok-sosok yang telah menjadi teman dialogku di rentang perkenalanku dengan Jurusanku di Azhar. Sosok-sosok yang telah banyak memberikan input berharga tentang bagaimana aku harus menguak potensi berharga jurusanku yang sangat bersumber-daya tinggi dan berwilayah peran luas ini.
Terima kasihku kepada Forum Studi Syariah dan Qonun (FSQ), atas segala kekeluargaan dan jasa baik yang tak terhingga. Sungguh Forum tercinta ini adalah wadah bagiku untuk merawat motivasi terhadap tanggung-jawab moralku di Azhar. Di Forum ini aku bisa sepuasnya mengalokasikan waktu dan energiku tanpa pernah khawatir akan tercerabut dari misi akademik/intelektualku.
Terima kasihku kepada komunitas mulia dan tercinta Arus Kampus. Sebuah komunitas yang telah menguatkanku untuk selalu meneriakkan dan menyadarkan diri akan melimpah-ruahnya khazanah Kampus Raya Al-Azhar dan Kampus Raya Mesir, serta urgennya pembentukan wajah-wajah Masisir yang matang dalam disiplin ilmu dan berwawasan peran. Sebuah komunitas yang telah menguatkanku untuk selalu memegang teguh akademik/intelektual sebagai identitas, standar nilai dan barometer utama segala sendi dinamika dan aspirasi-aspirasi yang kubangun di komunitas Masisir ini. Sebuah komunitas yang telah mengajarkanku akan arti pentingnya persaudaraan, nilai-nilai etis intelektualitas, totalitas karya, pengabdian, dan idealisme.
Terima kasihku kepada Komunitas Kajian Mizan. Sebuah komunitas terpenting yang telah memancangkan nilai-nilai dan etika intelektual krusial kepadaku. Komunitas ini telah menjadi wahana bagiku untuk tidak tercerabut dari tuntutan moral sebagai Azharian yang sedang berada di lumbung khazanah turats yang begitu melimpah, di tengah segala kepadatan tuntutan-tuntutan moral spesialisasiku yang yang agak berbeda “haluan”. Komunitas ini telah mengajrkanku akan arti penting orisinalitas ilmu dan keniscayaan untuk tidak terjebak dalam budaya intelektual “instan”.
Terima kasihku kepada komunitas PWK-PII Mesir dan Language Community (LC) PWK-PII Mesir, atas segala pelajaran-pelajaran berharga lewat training-training PII yang terpercaya kualitasnya, dan lewat pembudayaan ideologi, falsafah gerakan, khittah perjuangan, dan sistem keorganisasian yang demikian solid. Juga atas wahana untuk menjaga ritme penguasaan skill bahasa di LC yang banyak membantuku meningkatkan greget penguasaan bahasaku.
Terima kasihku kepada Koalisi CICAK-Masisir. Sebuah wahana yang telah mengajarkan padaku tentang urgensi pergerakan kolektif, kerja cerdas, kerja strategis, dan sinergitas. Sebuah wahana yang kami inisiasi sebagai upaya untuk membuktikan bahwa Masisir Era sekarang bisa juga berkontribusi peran seperti Masisir-masisir era kemerdekaan. Sebuah wahana yang menghimpun kepedulian mahasiswa Indonesia luar negeri, terhadap problematika bangsanya.
Terima kasihku kepada (Keh) Muhammad Shalahuddin dan (Om) Aang Asy’ari, dua sosok “penyelamat” dinamikaku di Cairo. Mereka berdua mengajarkanku untuk selalu menjaga ritme dinamikaku di Cairo agar selalu berporos pada titik pusat akademik/intelektual. Mereka berdua mewasiatkan grand point “Kampus Raya Al-Azhar dan Kampus Raya Mesir” yang belakangan semakin kumengerti esensi kemelimpahan khazanahnya. Dengan Komunitas Arus Kampus yang kami besarkan bersama, aku sampai sekarang bisa terus memancangkan akademik/intelektual sebagai identitas, standar nilai, dan barometer utama segala sendi dinamika dan aspirasi-aspirasi yang kubangun di komunitas Masisir ini. Besar dan luhurnya ide-ide orisinal Arus Kampus, sungguh merupakan pencitraan murni dari besar dan luhurnya karakter dan pemikiran mereka berdua.
Terima kasihku kepada yth (Pak) Dubes A.M. Fachir, sosok yang telah menjadi sumber keyakinanku bahwa jalur dan komitmen dinamika yang selama ini kubangun dan kurentas di komunitas Masisir memanglah jalur yang seharusnya. Sosok yang telah banyak memotivasiku dan membantu perealisasian program-program akademikku. Ide-ide beliau yang visioner dan akademis terhadap komunitas Masisir sangat menginspirasi dan mengobsesiku untuk suatu saat membuktikan bahwa Masisir era sekarang, bisa juga berkontribusi peran seperti Masisir-masisir Era Kemerdekaan yang kerap beliau angkat profilnya saat memotivasi kami.
Terima kasihku kepada Muhammad Al-Fayyadl, sosok yang begitu memukau dengan pencapaian spesialisasi tingkat tingginya, serta produktifitas yang sangat gemilang dan berskala luas di rentang usianya yang masih belia. Personalitas dan sederet pencapaiannyalah yang telah menggertakku untuk terus meneriakkan pertanyaan “Apa spesialisasimu? Apa karyamu?” kepada diriku sendiri. Refleksi Ulang Tahun yang ia tulis tentang dinamika dan komitmennya di Filsafat di awal-awal perkenalanku dengannya, telah sangat menginspirasi dan mengobsesiku untuk melakukan dinamika dan komitmen serupa terhadap minat spesialisasi dan cita-cita karyaku. Dan pada kenyataannya, tulisan Refleksi Ulang Tahunnya itu memang telah menjadi pemicu terbesarku untuk benar-benar menentukan arah dinamika spesialisasiku yang saat itu masih sangat kabur antara bayang-bayang obsesiku di HI UI yang kandas, dan realita takdir disiplin ilmuku di Azhar yang belum sepenuhnya kuterima. Dan pada kenyataannya juga, matangnya intelektualitas dan kepakarannya di bidang spesialisasinya, adalah motivasi terbesarku untuk terus bertekun di bidang-bidang yang telah kutetapkan sebagai my declared-areas of concern.
Terima kasihku kepada (Kak) Pan Mohamad Faiz, sosok yang telah menghantarkanku pada pintu gerbang spesialisasi yang lebih berhaluan dan terarah. Perkenalan dengannya, dengan Blog Hukumnya yang begitu nourishing, dan dengan komunitas Indo-Blawgger yang ia inisisasi, benar-benar telah membangkitkan cintaku pada dunia Hukum dan menumbuhkan komitmenku untuk berserius merawat Blog Academic Projects-ku yang saat itu masih tak berbentuk. Dialog-dialog berkualitas dengannya juga telah mengajarkanku bahwa di satu disiplin Ilmu Hukum ini, aku bahkan masih dituntut untuk memilih satu bidang hukum spesifik yang selanjutnya harus benar-benar kutekuni. Ia jugalah yang sebenarnya telah memancing keberanianku untuk aplikasi Magang di Deplu, dan sekaligus telah banyak membantuku dalam urusan aplikasi Magang yang cukup alot prosedurnya, mengingat itu adalah aplikasi magang pertama dari lingkungan Al-Azhar. Ya, aku akhirnya memang harus mendeklarasikan bahwa pengalaman magang di Deplu yang telah ia inspirasikan tersebut, telah menjadi satu fase akademik tervital bagiku, karena pengalaman tersebut merupakan starting point berharga untuk lebih menekuni spesialisasiku, sembari memproyeksikan karya masa depanku dengan lebih fokus dan terprogram.
Terima kasihku kepada (Kak) Febri Diansyah, Sang Laskar Anti Korupsi Garda Depan-nya ICW. Ia adalah sosok yang menumbuhkan kecintaanku dengan disiplin ilmuku lewat tindakan-tindakan yang esensial dan nyata dari penegakan Hukum itu sendiri. Keteguhan dan kegarangannya dalam berjuang menegakkan supremasi Hukum yang bersih dari korupsi memang sangat menyentuh dan patut diteladani. Keteguhan dan kegarangan inilah yang kemudian menjadi sumber keberanianku untuk ikut menyebarkan semangat Anti Korupsi dan menginisiasi Koalisi CICAK-Masisir berikut beberapa aksi Advokasi Anti Korupsi bersama teman-teman Masisir di Negeri Seribu Menara ini. Selain itu, ia juga memang sudah sangat banyak memperkayaku dengan segala antitesis yang kerap ia kemukakan atas pemikiran-pemikiranku yang kebanyakan masih prematur.
Terima kasihku kepada yth (Pak) Syahri Sakidin, sosok Diplomat senior di Deplu dan Pimpinan Redaksi Jurnal Luar Negeri yang telah banyak menginspirasi dan menempaku selama program magangku di Deplu. Dari Pak Sakidin, aku banyak mendapatkan “key words” yang merupakan jalan besar untuk lebih dekat mengenal dunia diplomasi dan ke-Deplu-an. Pengalaman membantu beliau di Jurnal Luar Negeri sangat memperkaya wawasanku di sektor Diplomasi, Hublu, Int’l Affairs, dan Int’l Relations. Di samping, beliau juga telah banyak memotivasiku agar suatu saat mencoba mengajukan diri untuk ikut berkarya di Deplu.
Terima kasihku kepada yth para Diplomat Santun di BPPK dan Direktorat Hukum-Dirjen HPI, Deplu. (Bu) Endang Mardeyani, (Pak) Eddy, (Pak) Akhmad Masbukhin, (Pak) Haryo, (Pak) Djati, (Pak) Buki, (Pak) Clement, (Mba) Evita, (Mba) Ari, (Mba) Respati, dan semuanya. Langsung maupun tak langsung, terlalu banyak inspirasi dan pelajaran berharga yang telah kuserap dari sosok-sosok beliau, terlalu banyak corak dinamika dan ideologi Deplu yang telah diam-diam kuhayati dari beliau-beliau selama proses magangku.
Terima kasihku kepada Jourdan Hussein, sosok yang sangat inspiring yang sempat memporak-porandakan euforiaku terhadap Deplu dan cita-cita peranku yang dulu seolah sudah final di sana. Ia adalah sosok yang telah menghadirkan paradigma baru bahwa lembaga Think Tank adalah salah satu lahan peran alternatif dan strategis untuk menekuni my declared-ares of concern dari sisi akademis/keilmuan, tanpa terikat oleh norma-norma formal pemerintahan. Ia juga telah menginspirasiku untuk semakin mengekspansi aksesku atas lembaga-lembaga Think Tank strategis di Mesir ini, dan agar bisa terus terlibat aktif di beragam kajian-kajian/forum-forum strategisnya. Ia jugalah yang telah membuka mataku akan arti strategis dan luhurnya Timur-Tengah dari sisi kepentingan akademik/intelektualitasku, serta dari sisi historis dan kegemilangan agamaku. Dan ia, sebagai sosok yang currently educated in West, bahkan juga telah menginspirasiku tentang bagaimana idealnya menempatkan keyakinan agama di tengah “riuh”nya perhelatan dinamika spesialisasiku. Pandangan-pandangannya memang selalu brilian, menantang dan mencerahkan. Tidak berlebihan jika ia kusebut sebagai A Leading Academic Advisor.
Terima kasihku kepada (Sist) Ni Nengah Yuni Ariastiti, sosok Diplomat Perempuan yang sangat potensial di Deplu. Meski belum pernah berjumpa langsung, aku merasakan kenyamanan dan kedekatan psikologis dengannya. Aku sangat menikmati dan banyak terinspirasi dengan pemikiran-pemikiran diplomatiknya yang cemerlang. Aku juga cukup intens berdialog, berkonsultasi, dan memperkaya wawasan darinya. Account Facebooknya adalah salah satu account Facebook yang cukup rutin kukunjungi karena aku juga suka mengamati kesehariannya sebagai Diplomat Perempuan. Dan sungguh, ia adalah Genuine Female Diplomat yang akan turut mewarnai dinamika diplomasi Indonesia.
Terima kasihku juga kepada para Inspiring People dan Leading Sharing Partners-ku, (Bro) Ferry Junigwan, (Bang) Fajar Satria Prabawa, Hafeizh Putra Astian, (Bang) Yance Arizona, (Bung) Wahyudi Dja’far, Zeva Aulia Sudana, Alenapaca Ben Ruin, Ariana Alisjahbana, Ancilla Irwan, (Mba) Risa Amrikasari, Agung Baskoro, A Sholihin Fikri, Shoaib Nury, (Pakngah) Jarawrisaba, (Pebatin) Rudy Senangkalan, (Ngah) Fenny Rozana, (Pakngah) Denny Sabara, (Bang) Geta, Swieking, Rahmat Shaleh, Wahyudi, Romi Setiawan, Febi Van Hauten, Etika Maidawati, Fera Wati, Rita Afriana, Dian Apriani, Devi Gistiani, (Kak) Feri Yonika, (Kak) Devi Putra, (Kak) Rashid Satari, (Kak) Maher M. Sholeh, (Ust) Udo Yamin, Faiq Ihsan Anshori, (Ayuk) Ria Agustina, Abdul Majid, (Om) Kadarisman Ahmad, (Mba) Dhoerifah Niswah El-Fidaa’, (Kak) Ade Irma, (Mba) Dina Syafira, Sulton Aziz, Heru Purnama Hasido, Zainal Arifin, (Kak) Ferliansyah Zais, Rosidin, Ella Nispi Laili, Najih Cholil Suhaemi, Falahuddin Qudsi, Edithya Miranti, Adelina Zulaikha, Irfan Prima Putra, Andy Hariyono, Mu’tashim El-Mandiri, Nike Sartika, Marisa Fitria, Dede Kurniaan, Shoaib Nury, Ana Fadhilah, dan Annisa Rahmawati. Mereka semua telah mewarnai pola-pikirku dan menjadi tempatku berbagi, berdiskusi, berkaca dan berbenah.
I would like to honorably convey my huge tribute and deep appreciation to (Mrs) Nadya Musthafa, the Chair of Program of Cultural Studies and Dialogue among Culture (PCSDC), (Mr) Syauqi Abdul ‘Al, the Chair of International Law Forum (ILF), (Mr) Ahmed Fakhr, the Head of International Center for Future and Strategic Studies (ICFS) and some leading Egyptian Political Scientists at Al-Ahram Center for Political and Strategic Studies (ACPSS), for all kind invitations on tons of valuable political forums. I can't even describe how much those forums wll be beneficial for my declared area of concerns.
I would like to honorably convey my huge tribute and deep appreciation to (Mr) Abdul Ghanie Mahmoud and (Mr) Ja'far Abu Salam, two leading International Law Professors at Al-Azhar university, for all strong motivation and tons of knowledges enriching my premature thoughts. Prof. Abdul Ghani Mahmoud treats me so well as the only non-Egyptian in my class, until I feel really belong there. As Prof. Ja'far also has kindly accomodate some of my aspirations due to the improvements of Al-Azhar Education Method.
I would like to honorably convey my huge tribute and deep appreciation to the big family of Model Organization of Islamic Conference (MOIC), all knowledgeable HB, Doha Samir, Khulud Fadhil, and all knowledgeable Secretariats of Islamic Youth Forum, Rahma Emara, Areyj, Aya, and Mariam, including also all smart and kind delegates of the similar Council. I love and always miss all these lovely guys like magnoon! I always miss the unforgetable MOIC 2009 Top Conference! This touching Model has certainly raised my true love to the so-called Islam, Moslem, Arab, and Middle East, and also has empowered my dream to someday venturing every part of Arab Lands. As this touching Model has also raised my true love to smart, kind and lovely Egyptians. Bgd bahibbaku ya Gamdeeeen ya Helweeeeen ya Satreeeen! :)
And last but not the least, I would like to also honorably convey my huge tribute and deep appreciation for Mai Maneissy—The President of Model American Congress (MAC) 2010 and Ahmed Mamdouh—The President of Model American Congress 2009, for all kind ways leading me into a greatest Simulating Model ever, Model American Congress! And all smart and knowledgeable Secretariats of Committee on Foreign Relations 2010, Nada Fayez, Menna Rabie, Yasmeen Ibrahim, and Nader Refaat, including also all smart and kind delegates of the similar Committee. This model is extremely important for me since this Model sheds the light over the dynamics and interactions of the US Congress as well as the key issues affecting the United States and hence the whole world, which indeed, will be so beneficial for me considering that the understanding of US Political System will be a huge capital to be expertise on my declared areas of concern; which are [International] Law, International Affairs/Relation, and [International] Politics. As this model will also raise my level of academic knowledge as well as fostering my communication, presentation, negotiation and persuasive skills. What a simulating model! :)
From The Desk of Nasr City-Cairo
Dec, 29th 2009, 00.00 CLT, Happy Birthday to me! :)

