Gerakan CICAK semakin hari semakin lantang gaungnya. Kini, semangat CICAK memang tak hanya merayap ganas di nusantara, tapi sudah merayap jauh ke luar nusantara.
Hingga sekarang tercatat tiga perwakilan/koalisi mahasiswa Indonesia di luar negeri yang dengan tegas telah menyatakan dukungannya terhadap KPK dan mengecam keras semua pihak yang berupaya melemahkan legitimasi dan otoritas KPK. Tiga perwakilan/koalisi tersebut adalah Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Australia, PPI-Prancis dan Koalisi CICAK-Masisir yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi strategis di lingkungan mahasiswa Indonesia Mesir (Masisir).
Dan di Mesir, respon Masisir tak hanya sebatas pengeluaran Pernyataan Sikap yang dengan lantang disuarakan via media Nasional Kompas.com tanggal 5 November lalu, tetapi dengan momentum Hari Pahlawan kemarin, Masisir juga menggelar malam Deklarasi dan Aksi CICAK-Masisir yang secara umum ditujukan untuk menyebarkan pemahaman dan kesadaran masif atas polemik KPK kepada seluruh elemen Masisir lewat beberapa aksi moral seperti Deklarasi CICAK-Masisir, Bedah Dokumentasi Polemik KPK, serta Teatrikal dan Akustik yang bersemangat patriotik.
Potensi Mahasiswa Indonesia Luar Negeri
Potensi dan tanggung jawab moral mahasiswa sebagai aset intelektual dan agen perubahan berlaku merata bagi semua WNI yang berstatus mahasiswa, apapun spesialisasinya dan di manapun ia berada, tak terkecuali bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang studi di luar negeri.
Tuntutan akan potensi peran dan tanggung jawab moral ini menjadi semakin logis seiring berkembangnya sistem informasi dan komunikasi yang semakin mentiadakan alasan bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia luar negeri untuk tidak updated dan tidak aktif merespon segala polemik yang sedang berkecamuk di tanah air.
Terlebih sejak dulu, mahasiswa Indonesia luar negeri memang terbukti telah menunjukkan signifikansi perannya sebagai bagian dari entitas terpenting pembangunan dan dinamika bangsa, baik perannya sebagai aktor second track diplomacy di negara-negara tempatnya studi, maupun sebagai aktor intelektual yang aktif menyumbangkan ide dan pemikirannya lewat forum-forum internasional mahasiswa Indonesia Internasional, seperi PPI-Dunia, Overseas Indonesian Student Association Alliance (OISAA), dan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) yang belum lama ini dikukuhkan eksistensinya.
Di Mesir contohnya, Masisir era kemerdekaan tercatat telah menjadi aktor diplomasi yang banyak menstimulan pengakuan Liga Arab dan Mesir atas kemerdekaan Indonesia. Atau contoh lain, dengan diadakannya Konferensi PPI-Dunia tahunan, banyak sekali input pemikiran yang telah dengan serius disumbangkan oleh mahasiswa Indonesia luar negeri demi perbaikan pembangunan bangsa.
Signifikasi Gerakan CICAK
Sampai saat ini gerakan CICAK telah menggelombang dahsyat menstimulan terungkapnya skandal-skandal besar-sistematis yang bertujuan melemahkan legitimasi dan otoritas KPK, serta mendesak kesungguhan dan itikad baik otoritas politik untuk benar-benar mendukung KPK dan mensinergikan kembali fungsi semua instansi penegak hukum dengan segala agenda pembersihan mafia hukum di masing-masing instansinya yang niscaya.
Gerakan ini menggelombang serentak dimotori oleh kesadaran moral beragam elemen bangsa, baik tokoh intelektual, akademisi, mahasiswa, aktivis LSM dan lain sebagainya. Dan seyogyanya, gerakan ini memang harus terus menggelombang besar hingga benar-benar bisa memporak-porandakan semua bangunan koruptif yang telah sedemikian kokoh dan mengakar di sebagian besar elemen bangsa kita.
Proyeksi CICAK Raksasa
Dengan standing point signifikansi gerakan CICAK di atas, peran semua komunitas mahasiswa Indonesia luar negeri sebagai entitas tak terpisahkan dari komponen pembangun bangsa, semakin urgen, strategis dan diharapkan. Sikap dan aksi-aksi dukungan terhadap KPK yang telah mulai dirintis oleh tiga perwakilan/koalisi mahasiswa Indonesia luar negeri tersebut sebelumnya hendaknya benar-benar dijadikan inspirasi oleh mahasiswa Indonesia di negara lain untuk segera menggalang sikap dan aksi-aksi serupa.
Kesadaran, pemahaman, dan stimulan untuk bergerak memang perlu disebar-luaskan secara masif lewat segala instrumen organisasi yang telah ada di masing-masing perwakilan mahasiswa di setiap negara. Tak ada alasan lagi untuk tidak ikut bergerak. Tak ada alasan lagi untuk menunda lahirnya CICAK-CICAK lain di semua belahan bumi menuju satu perwajahan CICAK-Dunia yang raksasa. Terlebih jika melihat peran media nasional yang semakin kooperatif menjadikan medianya sebagai “panggung” sikap dan aksi jarak jauh mahasiswa Indonesia luar negeri.
Demikian, CICAK Raksasa memang urgen untuk dicita-citakan dan diwujudkan bersama. Bayangkan berapa banyak mental intelektual anti korupsi yang akan terbangun serentak jika gerakan CICAK ini benar-benar men-dunia dan menjelma raksasa. Betapa akan semakin besar desakan dan tekanan terhadap otoritas politik dan hukum untuk benar-benar menjadikan momentum polemik KPK ini sebagai pintu gerbang reformasi struktural menuju sistem hukum dan sistem ketata-negaraan yang bersih dan komit terhadap pemberantasan korupsi.

